Teknik Memotret Yang Berpacu Dengan Matahari

Teknik Memotret Yang Berpacu Dengan Matahari

Klien : Sekolah Bintang Madani

Pemotretan di sore hari umumnya disukai oleh fotografer, karena sudutnya matahari yang landai dan cahaya nya yang tidak panas. Seringkali disebut “Golden Hour” (GH). GH ini saat pagi umumnya berkisar antara pkl 06.00 s/d 08.00 WIB. Kalau sore sekitar pkl 15.00 s/d 16.30 WIB.

Saat memotret dipagi hari, tantangannya adalah berpacu dengan matahari yang posisinya semakin ke atas. Memotret di sore hari, tantangannya kondisi matahari yang semakin terbenam dan gelap.

Seperti halnya kisah dibalik foto ini, saat kami motret pimpinan klien kami : Sekolah Bintang Madani, di Bandung. Pelaksanaan pemotretannya pada sore hari menjelang Magrib. Kami memanfaatkan ambient light (cahaya matahari) terutama sebagai background untuk mendukung konsep HIGH KEY.

Tantangannya, berpacu dengan cahaya matahari yang semakin terbenam & ambient light cepat jadi gelap. Jika fotografer tidak cekatan, kondisi DINAMIS yang berlangsung cepat ini bisa membuat exposure foto yang dihasilkan (terutama terkait ambient light) jadi meleset.

Karenanya tips untuk menghadapi situasi saat pemotretan strobist sore menjelang matahari terbenam seperti ini adalah sebagai berikut :

  1. Gunakan angka ISO agak tinggi (seperti 800 atau 1250).
  2. Shutter Speed di setting mulai dari 1/200 detik. Tidak bisa lebih dari ini karena cahaya flash akan terkena fenomena “Flash Sync” / terpotong.
  3. Saat matahari semakin terbenam, ambient light akan semakin gelap. Sesuaikan shutter speed dengan cara DILAMBATKAN supaya ambient pada hasil foto tetap konstan. Lakukan berulang sampai didapatkan hasil foto yang diinginkan.
  4. Gunakan tripod supaya komposisinya tetap konsisten dan aman dari goncangan akibat dari slow speed yang menyesuaikan cahaya matahari yang makin gelap.
  5. Gunakan mode Aperture Priority (Av / A) supaya lebih mudah, karena speed otomatis dibantu komputer kamera. Yang perlu diperhatikan menetapkan ISO TEPAT di AWAL pemotretan sehingga speed bisa 1/200 detik dengan exposure ideal.
  6. Diafragma sesuaikan dengan konsep : ingin bokeh (angka f/ kecil) atau tidak (angka f/ besar). Diafragma tak punya peran spesifik terhadap situasi ini, tapi punya peran besar terkait konsep. Jadi mainkan f/ sesuai situasi umumnya saja.

Kondisi sebenarnya pada saat pemotretan ini jauh lebih gelap dari hasilnya. Berkat teknik #strobist dan speed lambat, Alhamdulillah foto jadi terang.

Semoga tips ini bermanfaat untuk anda, apabila ada pertanyaan atau mau share pengalaman saat menggunakan teknik ini silakan anda komen dibawah.

Salam fotografi,

#BeningPortfolio #BeningPhotography #BeningSchoolOfPhotography #strobists #strobist #tipsfotografi #belajarmotret #belajarfotografi #tipsmotret

Share this article :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email